Rabu, 24 Oktober 2012

Aku seperti mengenalnya (1)

"Besok joging yuk, ajak Laras sama Aldi juga ya!" begitu isi pesan singkat dari Egi, teman SDku yang mengantar tidurku malam ini . Ya apa boleh buat, aku harus segera tidur.
Keeseokan harinya, handphoneku kembali berdering oleh suara pesan singkat dari temanku yang satu ini. Aku segera berlari ke rumah temanku Laras,karena Egi dan Laras sudah menunggu disana sejak tadi.
"Loh,kalian berdua?Aldi mana?"tanyaku sambil mengucek mata. "Gue kira dia sama lo ken !"sahut Laras dengan nada menggerutu. "Gue terakhir ketemu Aldi pas perpisahan SD 3taun lalu!mana tau dia sekarang kaya apa"jawabku. Akhirnya, kami bertiga pun berangkat ke tempat joging tanpa seorang Aldi.

Saat memasuki area joging,aku melihat seorang lelaki yang nampaknya seumuran denganku. "Di!sini!"teriak Egi. dan ia pun menghampiri kami bertiga. "Itu siapa Gi?"tanyaku heran. Egi mengabaikan pertanyaanku dan terus berjalan bersama lelaki itu.
"Pangling, atau naksir nih ceritanya?"Tanya Laras yang seolah meledekku.
"Gue kaya pernah liat itu orang Ras"jawabku setengah bingung.
"Yaampun Niken,itu Aldi kali. Baru juga kemaren lulus,udah amnesia. ga asik lo"

"Keren" itu kesanku yang pertama saat melihatnya. Agak sedikit canggung saat mengobrol dengannya. Tapi senyum itu tak berubah. Pantas saja, aku seperti pernah mengenalnya. Nafasku sesak, karena aku sudah lama tak berolahraga.
"Lari ken lari!" katanya sambil menyusul lariku yang sangat pelan. Aneh, rasanya ada sesuatu yang berbeda saat ia menegurku .
Dia baik, ramah dan sepertinya... ah tak mungkin.

Semua terasa manis, indah, sederhana...(end)

Sore itu,adalah hari perizinan keluar asrama karena esok kami libur setelah selesai try out.Karena jenuh,aku memutuskan keluar asrama untuk sekedar refreshing karena jenuh bersama temanku Ela. Aku bertemu dengan teman satu asramaku Fika disana,bersama kekasihnya Fikri. Fikri adalah salah satu personil "The Hits" dan Rei adalah salah satu anggotanya.Kamipun memutuskan untuk makan bersama mereka berdua.Tiba tiba Fika dan Fikri menanyakan hubunganku dengan Rei.Spontan aku menjawab kami sudah tidak apa apa lagi.Fika pun menceritakan semua tentang Vira dan Rei.

Malam itu , aku terkena insomnia karena aku teringat cerita azka tadi.Aku sudah tak tau harus bagaimana.Hingga akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri hubunganku esok hari saat ulangtahun Rei.

Hari ini adalah hari ulangtahun Rei.Kebetulan karena hari itu libur, aku berniat izin keluar asrama bersama temanku Fanni yang biasa aku panggil dengan sebutan ‘mamih’ karena ia adalah salah satu teman terdekatku.
Sudah 2 jam aku bekeliling asia plaza namun aku masih bingung harus membelikan kado apa untuk Rei. Aku terus mencari hingga aku menemukan sebuah buku tentang kiat menjadi sebuah band yang sukses. Kurasa buku ini cocok untuk dijadikan kado ulangtahun Rei.

Pukul setengah 1 siang pun tiba,Rei sudah menunggu ditempat yang sudah kami janjkan. Namun,aku masih asyik karoke bersama Fanni. Masa bodohlah aku tak peduli ia akan menunggu berapa lama.Hitung hitung ini adalah pembalasan dendamku padanya atas rasa sakit karena ia telah membohongiku selama beberapa bulan ini.

Aku mengajak Rei ke suatu tempat.Tempat dimana aku sering termenung karena gundah.Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku ini padanya.Aku terus mengabaikan pertanyaan Rei yang sejak tadi menanyakan kemana tujuanku.

"Mau ngomong apa ?ngapain kita kesini ?" Aku terdiam lama sekali. Dan pertanyaan itupun akhirnya aku jawab dengan degup jantung yang semakin cepat. "Happy birthday Rei" jawabku singkat. "cuma mau ngomong itu doang sampe ngajak aku ketempat sejauh ini ?" dan sepertinya dia mulai kesal denganku. Aku tak tau apa yang kurasakan saat ini. Aku ingin sekali menangis sekeras mungkin karena aku tak mau berpisah dengannya. "ngga cuma itu,aku pengen kita sampe sini aja" air mata ku pun menetes . "Yaudah" jawabnya singkat. "semudah itukah ?apa kamu udah ngga sayang lagi sama aku ?kamu udah nemuin Vira sebagai ganti posisi aku di hati kamu ?"batinku.

Apa boleh buat semua itu sudah terjadi . Mungkin Rei akan lebih bahagia tanpa kehadiranku. Rasanya gundah,sedih,senang sampai sampai aku lupa memberikan kado yang telah kubeli untuknya. Untung saja kebetulan aku bertemu dengan teman asrama Rei dan aku menitipkan kado itu kepadanya.
yes,i'm lost !! the game is over . This is my last story. Semua ini memang manis, indah dan sederhana :)
 *END*