"Besok joging yuk, ajak Laras sama Aldi juga ya!" begitu isi pesan singkat dari Egi, teman SDku yang mengantar tidurku malam ini . Ya apa boleh buat, aku harus segera tidur.
Keeseokan
harinya, handphoneku kembali berdering oleh suara pesan singkat dari
temanku yang satu ini. Aku segera berlari ke rumah temanku Laras,karena Egi dan Laras sudah menunggu disana sejak tadi.
"Loh,kalian
berdua?Aldi mana?"tanyaku sambil mengucek mata. "Gue kira dia sama lo ken !"sahut Laras dengan nada menggerutu. "Gue terakhir ketemu Aldi pas
perpisahan SD 3taun lalu!mana tau dia sekarang kaya apa"jawabku.
Akhirnya, kami bertiga pun berangkat ke tempat joging tanpa seorang Aldi.
Saat memasuki area joging,aku melihat seorang
lelaki yang nampaknya seumuran denganku. "Di!sini!"teriak Egi. dan ia
pun menghampiri kami bertiga. "Itu siapa Gi?"tanyaku heran. Egi
mengabaikan pertanyaanku dan terus berjalan bersama lelaki itu.
"Pangling, atau naksir nih ceritanya?"Tanya Laras yang seolah meledekku.
"Gue kaya pernah liat itu orang Ras"jawabku setengah bingung.
"Yaampun Niken,itu Aldi kali. Baru juga kemaren lulus,udah amnesia. ga asik lo"
"Keren"
itu kesanku yang pertama saat melihatnya. Agak sedikit canggung saat
mengobrol dengannya. Tapi senyum itu tak berubah. Pantas saja, aku
seperti pernah mengenalnya. Nafasku sesak, karena aku sudah lama tak
berolahraga.
"Lari ken lari!" katanya sambil menyusul lariku yang sangat pelan. Aneh, rasanya ada sesuatu yang berbeda saat ia menegurku .
Dia baik, ramah dan sepertinya... ah tak mungkin.
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,tulislah apa yang sedang kamu rasakan..
Rabu, 24 Oktober 2012
Semua terasa manis, indah, sederhana...(end)
Sore itu,adalah hari perizinan keluar asrama karena esok
kami libur setelah selesai try out.Karena jenuh,aku memutuskan keluar asrama untuk
sekedar refreshing karena jenuh bersama temanku Ela. Aku bertemu dengan teman
satu asramaku Fika disana,bersama kekasihnya Fikri. Fikri adalah salah satu
personil "The Hits" dan Rei adalah salah satu anggotanya.Kamipun
memutuskan untuk makan bersama mereka berdua.Tiba tiba Fika dan Fikri
menanyakan hubunganku dengan Rei.Spontan aku menjawab kami sudah tidak apa
apa lagi.Fika pun menceritakan semua tentang Vira dan Rei.
Malam itu , aku terkena insomnia karena aku teringat cerita
azka tadi.Aku sudah tak tau harus bagaimana.Hingga akhirnya aku putuskan untuk
mengakhiri hubunganku esok hari saat ulangtahun Rei.
Hari ini adalah hari ulangtahun Rei.Kebetulan karena hari
itu libur, aku berniat izin keluar asrama bersama temanku Fanni yang biasa aku panggil
dengan sebutan ‘mamih’ karena ia adalah salah satu teman terdekatku.
Sudah
2 jam aku bekeliling asia plaza namun aku masih
bingung harus membelikan kado apa untuk Rei. Aku terus mencari hingga
aku menemukan sebuah buku tentang kiat menjadi sebuah band yang sukses.
Kurasa buku ini cocok untuk dijadikan kado ulangtahun Rei.
Pukul
setengah 1 siang pun tiba,Rei sudah menunggu ditempat yang sudah kami
janjkan. Namun,aku masih asyik karoke bersama Fanni. Masa bodohlah aku
tak peduli ia akan menunggu berapa lama.Hitung hitung ini adalah
pembalasan dendamku padanya atas rasa sakit karena ia telah membohongiku
selama beberapa bulan ini.
Aku
mengajak Rei ke suatu tempat.Tempat dimana aku sering termenung
karena gundah.Aku ingin sekali mengungkapkan perasaanku ini padanya.Aku
terus mengabaikan pertanyaan Rei yang sejak tadi menanyakan kemana
tujuanku.
"Mau
ngomong apa ?ngapain kita kesini ?" Aku terdiam lama sekali. Dan
pertanyaan itupun akhirnya aku jawab dengan degup jantung yang semakin
cepat. "Happy birthday Rei" jawabku singkat. "cuma mau ngomong itu doang
sampe ngajak aku ketempat sejauh ini ?" dan sepertinya dia mulai
kesal denganku. Aku tak tau apa yang kurasakan saat ini. Aku ingin
sekali menangis sekeras mungkin karena aku tak mau berpisah dengannya.
"ngga cuma itu,aku pengen kita sampe sini aja" air mata ku pun menetes .
"Yaudah" jawabnya singkat. "semudah itukah ?apa kamu udah ngga sayang lagi sama aku ?kamu udah nemuin Vira sebagai ganti posisi aku di hati kamu ?"batinku.
Apa
boleh buat semua itu sudah terjadi . Mungkin Rei akan lebih bahagia
tanpa kehadiranku. Rasanya gundah,sedih,senang sampai sampai aku lupa
memberikan kado yang telah kubeli untuknya. Untung saja kebetulan aku
bertemu dengan teman asrama Rei dan aku menitipkan kado itu kepadanya.
yes,i'm lost !! the game is over . This is my last story. Semua ini memang manis, indah dan sederhana :)
*END*
Langganan:
Komentar (Atom)