Liburan pun usai. Dan aku harus kembali ke tempat yang biasa teman-temanku bilang "penjara suci". Ya, asarama tercinta ini. Oh ya, sekarang aku dan Rei sudah menjadi sepasang kekasih sejak tanggal 27 juni yang lalu. Aku tak mengerti, kata Rei, cinta datang karena terbiasa. Dan semoga saja itu bisa terjadi padaku.
Rasanya lelah sekali di hari pertamaku sekolah setelah liburan. Aku dan teman sekelasku selalu pulang ke kamar saat tidak ada
guru. Sebenarnya aku tak diperbolehkan membawa handphone tapi aku dan teman
teman sudah biasa melanggar aturan.Aturan itu dibuat untuk dilanggar,begitu
kata murid murid disini.Materi pelajaranku sudah habis,karena 2 bulan lagi aku
akan melaksanakan ujian nasional . Seharusnya, kami belajar untuk mempersiapkan
semuanya. Tapi entah kami selalu merasa jenuh saat belajar.
Layaknya teman seusiaku, aku mulai membuka handphoneku dan melihat pesan
sigkat yang dikirimkan Rei untukku.Ternyata dia juga tidak ada guru. Hal yang
sudah biasa,karena guru guru juga sudah mulai bosan mengulang ngulang materi
yang sudah dipelajari.Dan ini terus berulang sampai ujian nasional tiba.
Hujan turun dengan derasnya dengan petir yang menggelegar.Aku terus
memandangi sambil terbaring diranjangku.Sore ini tidak ada ekskul sehingga aku
dan yang lain terpaksa menganggur . Suasana kamar terlalu membuatku bosan
sehingga akhirnya aku memutuskan untuk izin keluar asrama bersama sonia dan
tirsya untuk sejenak refreshing karna jenuh . Untungnya,ibu asrama kami bersedia
untuk mengizinkan kami.
Handphoneku bergetar, Ternyata Rei dan hanya sekedar bertanya aku sedang
apa."ngga penting" fikirku. Aku dan Rei memang sedang bertengkar
karena kesalahpahaman yang tak aku mengerti. Laki-laki memang terlau ogois dan
sulit untuk dimengerti.Tapi,entah mengapa naluriku ingin sekali membalas
smsnya.Mungkin saja Ia berniat untuk meminta maaf kepadaku.
"Jam 5 nanti dilantai 3" begitu katanya . Mana mungkin aku sempat
bertemu dengannya sedangkan besok dan seminggu kedepan akan dilaksanakan ujian
tengah semester. Mau jadi kasus keberapa ini ?. Aku langsung menolak ajakannya
walaupun ia sangat memaksa.