Minggu, 02 September 2012

Semua terasa manis, indah, sederhana...(1)

''Aku tunggu dilantai 3, nanti malam" begitu kata suratnya. Aku langsung terkejut ketika tahu si pengirim surat itu adalah Rei. "Mau apa dia mengajakku bertemu ?" aku terus bertanya tanya . Hari ini adalah ulang tahunku. Orang tuaku di Jakarta hanya mengunjungiku untuk bertatap muka dan mengucapkan selamat ulang tahun . Tak apalah , setidaknya orangtuaku ingat hari ini hari penting bagiku.

Sore harinya aku teringat pada selembar kertas yang dititipkan pada kakak kelasku tadi siang. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak datang. Malam harinya, seorang temanku bernama Fika menemuiku dan memberikan bingkisan kado kepadaku . "Dari Rei" katanya singkat. "makasih ka!!! "teriakku saat Fika berlari ke kamarnya dan tampak terburu-buru.Aku segera beranjak ke tempat tidur dan membawa kado itu. Akupun membukanya. Sebuah boneka mungil berwarna pink dan sepucuk surat wangi yang juga berwarna pink. Sebuah puisi indah dan grafiti . Aku mengambil beberapa kertas binder dan mulai membalas surat itu dan meminta maaf karena aku tak datang.

Seminggu kemudian, liburan sekolah pun tiba. Aku bersiap-siap untuk pulang kembali ke Jakarta.
Perjalanan 6 jam membuatku sangat lelah. Hingga sesampainya dirumah,aku langsung terlelap tanpa membereskan apa yang aku bawa dari asrama.

3 hari libur ini aku hanya menikmatinya dalam kamar sambil berbaring di kasur dan  memainkan handphone. Tapi, 3 hari ini juga aku smsan dengan Rei tanpa mengenal waktu. Ia sangat baik, bahkan sangat perhatian kepadaku. Berbeda dengan teman-teman baruku yang lain. Ia selalu menanyakan aku sedang apa dan dengan siapa. Memang sedikit risih. Namun aku tak bisa menolak.

Pagi itu,seperti biasanya, aku smsan dengan Rei sambil duduk dikasur.Tapi, hari ini adalah hari yang tak pernah kuduka. Rei mengatakan bahwa ia mencintaiku. Aku bingung apa yang harus kulakukan.Perasaan itu belum muncul. Dan akupun meminta waktu untuk berfikir sejenak.