Sudah yang kesekian kalinya Aku sengaja datang ke tempat ini hanya untuk mengetahui bagaimana kabar Eki. Eki masih sama seperti yang dulu. Ia selalu datang kesekolah dengan sepeda motor antiknya itu. Entahlah apa yang membuat ia tak bisa lepas dari barang kesayangannya itu. Sepeda motor itu adalah peninggalan dari almarhum kakeknya, makanya ia tidak bisa melepaskan motor antik itu. Aku melihat ke sekililing, banyak anak laki-laki berseragam biru tosca mengendarai motornya ke luar gerbang sekolah, namun aku tak melihat Eki sejak tadi. Aku mungkin memang orang yang bodoh. Kalau saja aku tak terpancing emosi saat itu, mungkin saat ini Eki masih menjemputku ke sekolah dan kami bisa pulang bersama. Yasudahlah, kupikir ini sudah terlanjur terjadi. Apa boleh buat. Toh seberapa lama aku menjalin hubungan pasti mempunyai akhir. Aku terus menunggu, lama. Namun aku tak menjumpai sesosok lelaki kurus hitam manis itu.
"Fika" tiba-tiba suara yang tak asing menegurku saat aku masih berdiri menunggu.
"Eh Ochi! ngapain lo disini?" Tanyaku setengah bingung.
"Lagi nunggu cowo gue nih. Lo ngapain?" Ochi balik bertanya.
"Ah engga chi, gue iseng aja. kebetulan gue lewat sini, yaudah deh gue mampir, sekalian beli minum." Jawabku.
Ochi adalah teman SDku dulu. Dulu kami sering sekali pulang sekolah bersama, hingga akhirnya kami dipertemukan di tempat seperti ini. Sebuah supermarket yang letaknya di depan sekolah Eki. Kamipun mengobrol, hingga akhirnya aku pamit untuk pulang sementara Ochi masih berdiam menunggu seseorang yang sejak tadi di nantinya. Aku baru sadar, sejak tadi aku mencari pom bensin karena bensin motorku habis. Akupun terpaksa harus menggandeng motorku ini ke tempat makanannya di tengah perjalananku menuju rumah.
Sesampainya dirumah, aku langsung menyeruput segelas orange jus yang ada dikulkas. Menuju kamar dan kembali ke tempat yang sejak tadi sudah menungguku, tempat tidur. Saat.aku melamun, entah mengapa aku teringat Ochi. Aku lupa meminta pin BBnya ataupun nomor telepon yang bisa aku hubungi. Siapa tau kami bisa shopping, atau sekedar hangout bersama. Aku mengambil handphoneku, ada banyak bbm yang belum sempat aku baca. Karena handphone low aku memutuskan untuk menchargernya dan mengambil mp4 serta headset putih kesayanganku ini. Ada banyak kenangan yang tersimpan didalamnya. Tentu saja itu semua tentang aku dan Eki. Kami sering menggunakan benda ini berdua. Saat aku sedang menikmati lagu just the way you are dari bruno mars, terdengar suara ketok pintu dar luar kamarku. "Fika!temen kamu nih nyari" teriak mama dari luar kamarku. Aku hanya menyahut untuk kemudian beranjak dari tempat tidurku. "Suruh ke kamar aku aja ma" Kataku kemudian. "Temenmu ini laki-laki,ga sopan masuk kamar anak gadis" sahut mama ketus. Sebentar, mama bilang anak laki-laki?siapa?