Jumat, 29 Maret 2013

Siapa dia? (1)

Namanya Farid. Awalnya aku bertemu saat ada undangan seminar di sekolahnya. Dia anak SMK jurusan komputer jaringan. Waktu itu, ia mengisi acara hiburan di seminar tersebut. Suaranya bagus, apalagi saat ia membawakan lagu sambil bermain gitar. Aku masih menyimpan videonya. Tapi aku berharap aku bisa mengenalnya. Mungkin bertemunya sekali lagi sudah membuat hati ini senang. Aku mencari tahu siapa dia di dunia maya. Namun, aku tak menemukannya. Entahlah, rasanya aku ingin sekali mengetahuinya.

Sore itu, aku dan temanku Hana bermain basket dilapangan yang biasa aku tempati. Namun, sialnya aku. Ban motorku bocor saat aku menuju lapangan basket. Aku langsung menghubungi Hana dan memintanya untuk menjemputku. Tak lama kemudian, Hana pun datang.
"Lagian lo ada2 aja sih ra!" katanya begitu sampai ke tempat tambal ban.
"Mana gue tau han" kataku lemas.
Aku dan Hana pun segera menuju lapangan basket.

Sesampainya dilapangan, aku terkejut karena lapangan yag biasa kami tempati untuk bermain dipakai oleh seorang lelaki tinggi,hitam manis,dan sok cool yang sedang men-dribble bola sendirian.
"Han, itu siapa sih?"kataku.
"Gue juga gatau ra. wah dia gatau kalo lapangan basket ini punya kakek moyang gue"kata Hana
"Eh..tunggu Han gue kaya pernah liat dia, gatau dimana"sahutku sambil berfikir keras siapa dia.
"Farid!!"Kataku spontan. Lelaki itu langsung menoleh ke arahku dan langsung menghampiriku.
"Lo tau nama gue?"katanya.
"Lo yang waktu itu nyanyi pas seminar di SMA Nusantara kan?"tanyaku heran."Gue tau lo kan waktu lo ngenalin diri. Nama gue Rara".kataku sambil mengulurkan tangan.
Ia tersenyum.Lalu kami mengobrol hampir 1 jam tanpa memikirkan Hana yang sejak tadi bermain basket sendirian. "Three Point!!!!!" Katanya sambil teriak. Aku dan Farid langsung menoleh ke arah Hana.
"Baru bisa Three Point sekali aja heboh banget"cetusku.
"Daripada lo,katanya mau on one sama gue,eh malah pacaran"sahut Hana.
Aku langsung menghampiri Hana dan mulai bermain. Farid duduk dan menontonku bertanding.

"Lo boleh menang, tapi liat nanti"kata Hana. Aku tersenyum.dan melihat ke tempat dimana Farid duduk barusan. Dia tak terlihat. Kemana dia?. Padahal aku masih ingin mengobrol banyak. Ah sayang,aku lupa meminta nomor handphonenya. Padahal tadi.. ah lupakan.

Selasa, 26 Maret 2013

Sebuah mimpi

Saat ini mungkin semua orang bisa menertawakanku. Aku takkan mungkin bisa menjadi apa yang aku bayangkan. Semua orang punya mimpi, dan semua orangpun mempunyai hak untuk menggapai impiannya dengan apa yang diusahakan. Begitu juga denganku.  Apapun bisa terjadi jika Tuhan menghendakinya dan tak ada satupun yang mampu menghalanginya. Mungkin saat ini, aku hanyalah seorang pemimpi. Namun, lihatlah aku nanti. Saat aku sudah mampu untuk menerbangkan sayapku jauh disana. Saat orang tuaku tersenyum bangga . Saat aku bisa berdiri tanpa bantuan tangan siapapun.

Banyak jalan yang dapatku tempuh. Hiraukan apa yang orang bilang. Terus melangkah walau banyak yang menghadang. Berfikir positif dan terus memotivasi diri.

Saat ini aku hanya bisa menuangkan impianku pada selembar kertas. Tapi aku yakin, aku akan memperoleh semua mimpiku suatu saat nanti. Aku bisa berguna. Aku bukanlah orang yang hanya membuat orang lain susah. dan suatu saat, pasti mereka akan mebutuhkanku. Mereka akan bilang..aku bangga denganmu.dan akupun bisa tersenyum karena aku bangga menjadi diriku.

Minggu, 24 Maret 2013

mengenang..

Aku menunggu di lorong yang kosong. Tak ada pancaran sedikitpun. Ku tatap langit-langit dengan penuh harap mencari jawaban disana. Sesaat demi ssaat kulewati dalam harap, ku tatapp telapak tanganku yang kosong. Sesaatku tersenyum simpul. Ingatanku tertarik ke masa lalu. Saat indah bersamanya. Angin memmbuyarkan lamunanku, menyeretku ke dalam kenyataan menyakitkan. Isakku makin dalam, menghanyutkanku dalam kepedihan.

Dia kembali muncul di benakku. Perlahan kucoba kembali menghapus bayangannya. Namun, ia masih muncul dalam memory otakku.Aku pernah tersenyum karena. Akupun pernah terluka karenanya. Kau pernah menjadi yang terindah dalam hidupku. Mengajariku arti sebuah perpisahan. Memberiku sebuah harapan, memahami betapa indahnya mencintai dan dicintai. Menghiasi dunia nyata dengan hayalan memberi.

Selalu melihatmu dalam bahagia adalah kenangan,karena kau tak mungkin lagi melihatku.Memang tak ada alasan mengapa aku mencintaimu. Tak butuh alasan pula mengapa akhirnya kau yag pergi meninggalkanku.
Perasaan itupun kadang kembali muncul, dan hilang sesaat. Memang sulit dimengerti..

Sabtu, 23 Maret 2013

Yang tak terduga

Semua sulit begitu ku mengerti. Awalnya ini adalah sebuah perasaan yang tak begitu kupedulikan.
Senyuman itu masih terbayang hingga saat ini . Memang aneh, aku baru pertama bertemu dengannya. Namun, perasaan ini merasakan hal aneh semacam sesuatu yang tak bisa terungkapkan. Kenapa harus kamu orang yang membuatku merasakan hal aneh ini. Butuh waktu yang Lama untuk memahami apa yang kurasakan. Tapi hanya denganmu, aku bisa merasakan kebahagiaan itu dalam waktu sekejap. Hanya bersamamu aku bisa merasakan sendu dan menciptakan tetesan air mata.

Kamu,mengisyaratkan hati ini untuk menyimpan perasaan yang entah untuk siapa. Kamu bisa membuatku jatuh cinta bahkan kamu juga bisa membuatku merasakan luka. Aku ingin mengubah rasa takutku hanya untuk mencintaimu, aku ingin mengubah rasa takutku majadi sebuah keberanian.Kamu membuka mata hatiku dengan tindakanmu yang ajaib sampai aku tak lagi paham mengapa ke begitu tergila-gila padamu.

Cahaya itu mampu menembus sisi gelap suatu celah. Mmebuat suasana sejuk layaknya pancuran air di hilir. Kamu membawaku pada arusmu. Terus....hingga kau temukan pelangi untukku. Kau menciptakan berbagai warna hingga membuatku sempurna.

Kita..
hanyalah sebagian dari rencana Tuhan. Aku pun masih tak mengerti,mengapa Tuhan memilihmu untukku diantara milyaran manusia yang diciptakannya. Layaknya air laut yag mengikuti lekuk gelombang. Seperti itulahaku membiarkan rasa cintaku mengalir tanpa kendali. Percayakah kamu pada sebuah takdir? ya, itulah yang membuat kita satu. Malam ini,Aku ingin tersenyum bahagia. Aku bahagia karena bisa melihat milyaran bintang dilangit bersama cintamu. Aku juga ingin menangis. Aku sedih karena aku takut tak bisa melihat kilauan cahaya mentari bersama senyummu..

Mungkin ini bahagia yang sebenarnya..

Malam ini,entah mengapa air mataku ingin sekali membasahi pipi. Mungkin terlalu banyak tawa yang kurasakan hingga akhirnya kini aku merasakan luka. Aku tak tau,mengapa saat ini aku ingin sekali menangis. Meluapkan segala apa yang kurasakan. Lihat bintang,ia selalu setia menerangi malam walau ia tau malam itu gelap. Apa aku bisa seperti itu? Seperti angin yang selalu membuat untaian ombak indah. Apa aku bisa membuat hidupmu semakin berwarna? atau aku haNya membuat bebanmu bertambah?

Maafkan aku. Aku mungkin tak bisa menjadi seperti dia untuk bisa membahagiakanmu. Aku akan berusaha menjadi bintang di dalam gelapnya hatimu walau berbeda cara. Aku tak bisa mengerti apa yang kau rasakan. Namun, aku bisa merasakan juga apa yang sedang kamu rasakan. Rasanya indah,apalagi saat aku bisa terus melihat tawamu di tiap detik waktuku. Dan lebih indah, saat aku melihat senyum itu karena kehadiranku. Saat aku bisa menghiasinya lebih indah dan penuh warna.

Kau tau?aku tak tahan jika setiap hari aku harus bersabar menunggumu. Aku hanya wanita biasa yang mudah meneteskan air mata walaupun aku yakin aku adalah wanita yang sangat tegar.Aku hanya punya perasaa takut. Perasaan takut kehilangan akan sosok dirimu. Aku hanya ingin terus menjaga perasaan ini tanpa ada tekanan seperti saat ini. Kita masih bisa kan tertawa bersama? atau merasakan indahnya air mata bersama?atau mungkin menggunakan headset putih ini bersama?ah.. semua itu indah. Namun aku tak tau apakah aku masih bisa merasakan kebahagiaan itu saat air mataku perlahan membasahi wajah ini.