Minggu, 28 April 2013

Madu Mawar Putih dan 3 Putri Istana

Disebuah kerajaan hiduplah 3 orang putri bersama 3 pengasuhnya . Putri pertama bernama Putri Arinda yang diasuh oleh peri kuning. Putri kedua bernama Putri Ariesta yang diasuh oleh peri biru, dan putri ketiga bernama Puri Arika yang diasuh oleh peri merah. Suatu waktu, Raja Arial, orang tua dari ketiga putri tersebut jatuh sakit. Ratu Arial kebingungan karena tidak satupun tabib di negri tersebut yang bisa menyembuhkan penyakit Raja Arial. Ratu Arial akhirnya membuat sayembara. Barang siapa yang bisa mencari obat dan menyembuhkan Raja Arial, akan di turuti kemauannya. Namun, sudah 5 tahun belum ada yang bisa melakukannya.

Suatu hari, datanglah seorang pemuda dengan kuda perangnya. Entah dari negri mana, pemuda itu ingin sekali memasuki istana dan bertemu Raja Arial. Para pengawal bersikeras melawannya, namun kecerdikan pemuda itu mampu mengalahkan para pengawal istana. "Siapa anda?" tanya Putri Arika saat bertemu dengan pemuda itu didepan kamar Raja Arial. "Izinkan hamba bertemu dengan Tuan Raja, Putri" Ucap pemuda itu sambil memberi hormat. Putri Arika langsung marah dan menyuruh pemuda itu keluar dari istana. Pemuda itupun menolak dan langsung membuka pintu kamar Raja Arial.
"Siapa anda?" Tanya Raja Arial lemas
"Maafkan hamba Tuan Raja hamba telah lancang memasuki istana Tuan Raja yang megah ini. Tapi hamba punya obat agar Tuan Raja bisa sembuh dari penyakit ini" Jelas pemuda itu.
"Tak ada satupun tabib yang bisa menyembuhkanku. Bagaimana bisa kau anak muda yang belum punya apa-apa tahu apa obat untuk penyakitku ini" Ucap Raja Arial.
"Aku hanya ingin memberikan ini Tuan Raja. Tuan Raja bisa baca. Ini adalah obat untuk menyembuhkan penyakit Tuan Raja" Pemuda itu memberikan secarik kertas didalam botol yang bertutup. Pemuda itu lenyap entah kemana. Raja Arial pun langsung membuka isi botol tersebut. "madu mawar putih yang ada di hutan kelana. hanya bisa diambil oleh seorang putri yang jujur". Raja Arial lalu memanggil ke tiga putrinya dan memerintahkan untuk segera mencari madu mawar putih di hutan kelana. "Ingat, bila ada sesuatu, kalian harus menjawab dengan jujur" Pesan Raja Arial. Maka, berangkatlah ketiga putri tersebut dengan para peri pengasuhnya.

3 hari berlalu, tapi ketiga puri tersebut belum menemukan madu mawar putih sementara bekal mereka hanya tersisa 1 potong roti dan sebotol air. Peri biru, pengasuh Putri Ariesta menyarankan agar mereka berpencar sehingga cepat menemukan madu mawar putih tersebut. Mereka setuju dan membagi bekal sisaan mereka menjadi 3 bagian sama rata. Putri Arinda memilih jalan ke kanan atas saran pengasuhnya peri kuning. Dijalan, Putri Arinda bertemu dengan seorang kakek yang nampak kelaparan. Kakek itupun menghampiri Putri Arinda dan meminta sedikit makanan. Kakek itu berjanji akan mengantarkan tujuan Putri Arinda. Tapi, Putri Arinda mengaku tidak mempunyai bekal sedikitpun. Padahal masih ada sedikit roti yang dibagi saat ketiga Putri tersebut berpencar. Kakek itupun menghlang entah kemana dan Putri Arinda merasa lelah dan memutuskan untuk pulang ke istana.

Putri Arika dan peri merah terus menyusuri hutan kelana. Ia bertemu dengan seorang pencuri guci yang meminta tolong agar keberadaannya disembunyikan. Awalnya Putri Arika menolak, tapi Putri Arika ditawati emas yang harganya sangat mahal dan bagus. Lalu, datanglah segerombolan orang yang mencari si pencuri guci tersebut. Putri Arika menataati perjanjian dengan si pencuri tersebut. Karena puas, Putri Arika kembali ke istana dan tidak meneruskan mencari obat untuk ayahandanya.

Tinggallah Putri Ariesta. Ia betemu dengan seorang gadis kecil yang ibunya sedang membutuhkan makanan karena sakit. Putri Ariesta lalu memberikan seluruh bekalnya tanpa sisa. Ia memberikannnya tanpa berharap imbalan apapun dari gadis kecil itu. Ibu gadis kecil kecil itu menghilang. Dan gadis kecil itu berubah menjadi seorang pangeran yang sangat tampan. Pangeran itu memberikan setangkai bunga mawar putih kepada Putri Ariesta. Putri Ariesta sangat gembira dan langsung pulang ke istana bersama pangeran itu. Raja Arial sembuh dari penyakitnya dan Putri Ariesta menikah dengan pangeran tampan itu dan hidup bahagia selamanya.

*END*

Minggu, 21 April 2013

Segelas Air Pengakuan

Aku Reni, seorang mahasiswa fakultas ilmu sosial dan ilmu politik atau yang biasa disingkat FISIP jurusan ilmu komunikasi universitas Dipenogoro. Aku tinggal berdua di kosan dengan teman SMAku. Ayu. Waktu SMA kami tidak terlalu dekat, namun semenjak Ayu mengenalkanku dengan seorang lelaki bernama Andre, kami jadi sangat dekat. Andre adalah teman SMAku juga yang hingga saat ini menjadi kekasihku. Pagi ini, seperti biasanya aku berangkat kuliah dengan sepeda motorku. Memang tidak bagus, tapi aku bangga aku membelinya sendirit tanpa uang orangtuaku sepeserpun. Ya, sambil kuliah, aku bekerja sebagai penyiar di salah satusaluran radio ternama. Lumayan, uangnya bisa kupakai untuk membayar kos dan kini sudah bisa aku gunakan untuk membeli motor. Sebulan ini memang aku melarang Andre menjemputku karena aku ingin mandiri pergi kemana-mana tanpa diantar jemput. Kasihan juga Andre bila setiap hari harus mengantarkanku ke kampus. Belum lagi aku harus ke gedung tempatku siaran. "Yu, gue berangkat ya! kalo lu mau ngampus, kuncinya lo bawa aja. hari ini gue pulang malem" kataku sambil bersiap-siap. Ayu mengangguk sambil tersenyum.

Setibanya dikampus, aku langsung memarkirkan motorku dan langsung menuju kelas. "Pagi cantik" sapa seorang lelaki bertbuh tinggi tegap dengan T-shirt dan kemeja kotak-kotaknya. "Pagi juga" sahutku sambil tersenyum. Andre langsung mengikutiku menuju kelas. Kami mengobrol asik sekali sampai dosen datang. "Aku keluar dulua ya, kamu udah masuk tuh" kata Andre lalu bergegas meninggalkan kelasku. Hari ini ada yang aneh dari Andre  mulai dari gayanya berbicara sampai cara ia menatapku. Aku merasa aneh atau mungkin ini hanya perasaanku saja.

Hari ini aku sedikit pusing, munngkin karena aku terlalu lelah. Materi kuliah hari ini sangat rumit ditambah moodku yang sedang tidak enak. Aku juga lebih banyak memutarkan lagu dibading berbicara saat siaran tadi. Tadinya aku mau mampir dulu ke rumah temanku Egi untuk mengambil materi kuliah besok. Tapi kupikir, besok pagi bisa. Aku langsung pulang ke kosanku. Saat sampai di kosan, ternyata Andre sedang berada di kosanku bersama Ayu. Ia sedang mengobrol sambil bersenda gurau. Tapi, aku merasa ada yang berbeda saat Andre mengobrol dengan Ayu. Ia tampak lebih keliatan bahagia. Memang sudah seminggu ini Andre selalu mengunjungi kosan ku sebelum aku sampai. Tak tahu untuk apa.
"Assalamu'alaikum" kataku saat memasuki kos.
"Wa'alaikumsalam, lo udah balik Ren" sahut Ayu.
"Aku nunggu kamu dari tadi Ren" tambah Andre.
Aku memaksa untuk tersenyum dan bergabung mengobrol dengan mereka sambil bernostalgia masa SMA.

Besok adalah hari ulang tahun Ayu, aku meminta Andre menemaniku membelikan kado untuk Ayu. Andre juga membelikannya. Sebuah boneka mungil yang memegang bunga. Bunga itu bertuliskan "Loveyou". Aku hanya terdiam dan berusaha tak memikirkan hal yang negatif.Aku mebelikan sebuah kotak musik Hello Kitty kesukaannya. Aku dan Andre juga membelikan kue tart untuk Ayu. Sepulang dari sana, aku langsung menuju tempatku siaran. Kali ini banyak listeneners yang curhat seputar kekasih yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Ini membuatku jadi tambah unmood hingga keesokan harinya saat ulang tahun Ayu.

2 hari berlalu, aku dan Andre jarang bertemu. Hingga saat aku pulang kuliah, aku tak sengaja bertemu dengan Andre saat mengambil motorku diparkiran. "Ren, hari ini jalan yuk. Ada yang mau aku omongin"katanya. Aku mengangguk. Aku langsung menaiki mobilnya dan meinitipkan motorku pada Egi. Kami langsung memesan minuman saat kami tiba di food court sebuah mall. Aku memesan milkshake vanila kesukaanku dan Andre hanya memesan sebotol air mineral. "Jadi, apa yang mau kamu omongin?". tanyaku penasaran. "Ren, aku sayang banget sama kamu, tapi sebenernya aku sayang sama kamu ngga lebih dari sekedar teman". Hatiku seperti jatuh kejurang yang sangat dalam saat mendengar ucapannya. "Sebenernya, dari dulu aku sayang sama sahabat kamu, Ayu. Tapi dia keras kepala mau nyomblangin aku sama kamu" Jelasnya lagi. Air mataku pun menetes. "Ren" kata Andre sambil mengharpus air mataku. Andre lalu menuangkan air mineral itu ke gelas. Aku tak mengerti apa yang ingin ia lakukan. "Air di gelas ini jadi saksi, maaf aku membongimu dan perasaanku selama ini. Aku janji akan meninggalkanmu dan Ayu. Aku tak akan pernah muncul di kehidupan kalian" Andre ikut menangis. Aku tak menyesali ini. Mungkin ini kehendak Tuhan. Ini adalah jalan kisah cintaku saat ini. Kami harus berpisah, walaupun aku sudah terlanjur mencintainya.Tuhan itu adil. Tuhan sudah menunjukkan jalan kalau Andre memanglah bukan untukku tapi untuk dia yang disana. Aku juga akan pergi bersama segelas air pengakuan ini, melangkah tanpa Andre, bersama dia yang menanti.

*END*

Sabtu, 20 April 2013

Aktris yang mirip dengan karakter peran.


LunaLovegoodOotP.jpgTau kakak yang satu ini? Ya, namanya kak Evanna Lynch adalah pemeran Luna Lovegood dalam film Harry Potter. Kak Evanna adalah seorang aktris asal Irlandia dan lahir pada tanggal 16 agustus 1991. Dalam film Harry potter ini, kak Evanna ini digambarkan sebagai seorang anak perempuan yang aneh dan kerap menggunakan aksesoris yang tidak lazim seperti kalung yang dibuat dari tutup botol butterbeer, dan menyelipkan tongkat sihirnya di belakang telinga untuk lebih aman. Aneh ya kedengarannya. Ayah Luna, Xenophilius Lovegood adalah editor dari The Quibbler, majalah unik yang berisikan (menurut Luna) "cerita-cerita penting yang perlu diketahui oleh publik". Tampaknya Luna mewarisi keunikan ('keanehan') dari ayahnya. Artikel-artikel di The Quibbler seringkali menggelikan dan bodoh. Harry Potter pada mulanya berpikir bahwa majalah ini adalah majalah lelucon, sampai ia menyadari bahwa Luna mempercayai isi majalah itu. Benar-benar aneh, tapi unik ya..


Biar ngga bingung, kita panggil kak Evanna dengan sebutan Luna aja ya. Lanjut, Di film Harry potter and the Order Of phoenix kak Luna juga termasuk dalam anggota dari Dumbledore's Army (Laskar Dumbledore) dan ia bergabung dalam perang melawan pelahap maut di Kementerian Sihir. ia menjadi pimpinan sementara Laskar Dumbledore, yang menentang rezim Severus Snape. Namun, pada masa libur Natal ia diculik Pelahap Maut, tetapi diselamatkan oleh Harry, Hermione, dan Ron. Kemudian ia turut berperang untuk mempertahankan Hogwarts. Pasti udah pada nonton semua kan filmnya?.

Oh ya, banyak orang yang bilang kalo kak Evanna ini sangat cocok memerankan tokoh Luna Lovegood di film Harry potter ini. Nih ada beberapa opininya :
  1. Bu J.K Rowling pernah bertemu dengan kak Evanna, lalu ia berkomentar, "Hanya ada 1 kata yang memerankan Luna: sempurna!". 
  2. Daniel Radcliffe bilang, "Evanna itu.. enggak beda jauh sama Luna"
  3. Emma Watson berpendapat, "Aku ngga tahu perbedaan Evanna di depan kamera dan dibelakan kamera, dia benar-benar Luna!"
  4. Kata Rupert Grint, "Dalam kehidupan nyata, Evanna memang seperti Luna"
  5. Sang sutradara Harry Potter and the Order of The Phoenix bercerita, "Dia sangat tahu segala sesuatu tentang Luna. Bahkan aku yakin ia lebih tahu dibanding bu Rowling"
Hebat ngga tuh kak Evanna?. kak Evanna sendiri mengaku, "Sejak dulu, aku ingin memerankan Luna" tuturnya. Official twitternya ka Evanna bisa dilihat dan di follow di @Evy_Lynch. Bagaimana? apa ada yang bisa memerankan tokoh Luna juga selain kak Evanna?

Sumber    : Wikipedia

Kitab Kebahagiaan

 "Aku adalah putri yang tidak bahagia.." Keluh putri Perindu suatu hari. Wajahnya murung, hatinya risau, karena sebentar lagi akan ada pesta besar kerajaan. Seluruh pangeran dan putri dari kerajaan sebrang akan datang ke pesta itu. "Aku tidak cantik, dan tidak ada pangeran yag mau berdansa denganku, lebih baik aku tidak datang ke pesta itu" gumam putri Perindu sedih. Wajah putri Perindu yang selalu cemberut kian bertambah masam. Putri Perindu memang jarang senyum. Cara bicaranya juga ketus. Siapapun tidak betah berlama-lama bercakap dengannya. Itu sebabnya, tidak ada pangeran yang mau berdansa dengannya.

Suatu hari, putri Perindu ingin sekali kabur dari istana. Namun, ketika akan lari dari istana, tiba-tiba putri Perindu mendengar nyayian riang yang liriknya jenaka. Putri Perindu menjadi penasaran.
"Dayang, siapa yang bernyayi itu?" tanya putri Perindu pada dayang pengasuh.
"Oh dia Husen, pedagang loak keliling yang jenaka" jelas dayang pengasuh.
"Aku ingin bertemu dengannya!" kata putri Perindu sabil berlari keluar istana.
Ia lalu mengentikan kereta keledai Husen. Kereta itu penuh dengan lukisan orang tersenym dan tertawa. Husen adalah seorang lelaki yang gemuk namun gesit. Wajahnya bersemu merah dengan mata berbinar cerah.
"Selamat pagi putri. Apakah putri ingin membeli sesuatu? Hamba hanya menjual barang bekas" Sapa Husen sambil memberi salam hormat.
"Apa yang membuat kau terlihat bahagia?" tanya putri Perindu.
"Hamba mempunyai kitab rahasia dari nenek moyang hamba. Namanya 'Kitab Kebahagiaan'. Kitab ini berisi rahasia menjadi orang bahagia, meski dalam keadaan susah sekalipun!"
"Aku ingin membeli kitab itu" Kata putri Perindu.
"Maaf putri, kitab itu tidak hamba jual. Lagipula, bukankah putri sudah bahagia dengan hidup berlimpah harta?" Jelas Husen.
"Aku tidak bahagia, aku tidak cantik. Tidak ada pangeran yang mau berdansa denganku, makanya aku butuh kitab kebahagiaan itu".
Husen teridam sejenak. "Baiklah putri, kitab ini akan aku pinjamkan kepada putri. Supaya peti penyimpannya dapat terbuka, putri harus melaksanakan mantra pembukanya" kata Husen kemudian.
Ia lalu menyerahkan kotak berwarna kuning dan secarik kertas mantra kepada putri Perindu.
"Ini kitabnya dan secarik kertas berisi daftar mantranya. Sebulan lagi, hamba akan kembali untuk mengambilnya. Keberhasila tergantung pada usaha putri sendiri" Ucap Husen.
Husen lalu melajutkan perjalanannya sambil bernyanyi riang jenaka.

Putri Perindu membaca daftar mantra. Minggu pertama : 'Tanam bunga, burung berkicau, matahari bersinar'. "Mantra yang aneh" pikir putri Perindu. Namun tetap ia kerjakan juga. Seminggu penuh putri Perindu menanam bunga sambil mendengarkan burung-burung bernyanyi. Di akhir minggu, ia berkaca. Tampak seorang putri dengan gaun yang penuh dengan tanah, namun pipinya segar terkena cahaya matahari.
"Aku terlihat segar" gumam putri Perindu pada bayangannya di cermin.
Mantra kedua, Minggu kedua: 'Cinta kasih tak ternilai dari orang-orang yang menyayangimu.'
"Maksudnya kedua oranguaku?Para dayang-dayangku?dan...seluruh rakyatku?" putri Perindu bertanya-tanya. Tiba-tiba putri Perindu terkejut. Betapa lalainya dia selama ini mengabaikan Raja dan Ratu, para dayang-dayangnya dan juga rakyatnya. Selama ini ia hanya sibuk menyesali wajahnya yang tidak cantik. Seminggu itu, putri Perindu memberikan perhatian kepada orang-orang disekelilingnya.
Mantra ketiga, Minggu ketiga: 'Beri senyum tawa, maka kau akan menerima senyum dan tawa'.
Putri Perindu mendengus kesal membaca mantra itu. Bagaimana bisa tersenyum bila hati tak bahagia?Pikirnya. Tapi putri Perindu mencoba bercakap ramah dengan dayang-dayangnya. Ia selalu tersenyum kepada rakyatnya saat jalan-jalan ke perkampungan. Ajaib! tiba-tiba putri Perindu merasa senang. Wajahnya berseri-seri dan matanya berbinar.

Mantra Keempat, Minggu Keempat: 'Bayangan di cermin tidak pernah bohong'. Putri Perindu berdiri didepan cermin. Seorang putri aggun berwajah ramah dan lembut ada di dalam cermin Itu bayangan putri Perindu sekarang. Ia merasa sangat cantik, sebab ia sudah merasa bahagia. Putri Perindu memutuskan mengembalikan kotak berisi Kitab Kebahagiaan itu kepada Husen. Sebab, tanpa perlu membuka kitab itu, putri Perindu sudah merasa bahagia. Putri Perindu juga memutuskan untuk datang ke pesta kerajaan nanti. Ia percaya, kali ini pasti ada pangeran yang mengajaknya berdansa. Sebab, ia sudah bercakap ramah, dan ia bisa tersenyum bahagia.

*END*

Gaun sutra kulit jeruk

Valerina baru saja pulang berjualan dari pasar. Saat itu ia melihat beberapa temannya keluar dari toko pakaian. Wajah mereka begitu bergembira.
"Hai Valerina! Apa kamu sudah mendengar pengumuman dari istana?"sapa Yulia, salah seorang temannya.
"Pangeran Sam mengundang seluruh gadis di negri untuk hadir di pesta ulang tahunnya"Sanbung Ketty.
"Wah aku belum mendengar berita ini" Ucap Valerina sambil melamun.
Ia pernah melihat pengeran sekali. Saat itu, Valerina sedang berjualan jeruk dan anggur dikiosnya. Pangeran Sam lewat depan kiosnya bersama pengawal-pengawalnya. Wajah pangeran Sam sangat tampan.

Setiba dirumah, Valerina melamun sedih di depan lemari pakaiannya. Ia ingin sekali pergi ke pesta seperti teman-temannya. Tapi, ia tak punya gaun yang indah. Uangnya juga tidak cukup untuk membeli gaun.
Esok harinya, Valerina berjualan jeruk dan anggur seperti biasanya. Hari sudah siang, namun belum ada satupun yang singgah di kiosnya. Tiba-tiba, datang seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk mendekati kiosnya. Valerina iba melihat nenek itu. Segera Valerina memasukkan beberapa buah jeruk ke dalam kantong plastik, lalu diberikannya kepada nenek tersebut. "Nek, makanlah jeruk ini supaya nenek segar kembali" Ucap Valerina. Nenek itu melihat Valerina dengan sangat terharu.
"Ah jeruk ini segar sekali, terima kasih nak, terima kasih atas kebaikanmu." Kata Nenek sambil melihat toko pakaian yang ada di sebrang jalan.
"Ramai sekali toko pakaian itu" gumam si nenek.
"Ya nek, gadis-gadis itu sedang memilih gaun indah untuk dipakai ke pesta pangeran Sam" sahut Valerina.
"Apa kau juga pergi kesana?" Tanya si nenek.
:Rasanya tidak, aku tidak punya gaun yang indah" Ucap Valerina malu.
"Bawalah kantong ini pulang nak, jangan kau buang isinya"  Jelas nenek.
Tanpa bicara lagi, si nenek pun pergi meninggalkan Valerina.

Tanpa terasa, sore haripun tiba, Valerina segera menutup kiosnya. Ketika pulang, barulah ia teringat pada kantong platik yang diberikan nenek tua itu. Valerina langsung mengambilnya dan bergegas pulang. Saat tiba dirumah, Ia membukanya. Seketika ia tertegun, sebuah gaun indah sangat halus terbuat dari sutra. Coraknya seperti kulit jeruk. "Akhirnya aku punya gaun indah untuk ke pesta!"serunya girang.

Esok malamnya, Valerina menganakan gaun oranye itu ke pesta pangeran Sam. Pesta sudah dimulai, Valerina masuk ke ruangan dengan ragu-ragu. Tiba-tiba seorang pemuda tampan menghampirinya. Dia adalah pangeran Sam. "Selamat datang di pestaku ini, tuan putri. Maukah engkau berdansa denganku?" sapa pangeran Sam ramah. Valerina merasa gugup. "Aku bukan seorang putri, aku hanya gadis biasa". Malam inipun adalah malam yang sangat indah bagi Valerina dan juga pangeran Sam.

Esok harinya, seperti biasanya. Valerina berdangang di kiosnya. Nenek itu datang lagi. Valerina langsung menghampiri dan mendekap nenek itu serta mengucapkan terima kasih. Nenek itu hanya tersenyum, pada saat itu juga datanglah dua orang berkuda. Ternya pangeran Sam dan pengawalnya.
"Aku datang menjemputmu Valerina, aku ingin melamarmu. Maukah engkau menikah denganku?"tanya pangeran Sam. Valerina mengangguk sambil tersenyum bahagia. Pada saat itu, si nenek menghilang entah kemana. Setelah menikah dengan pangeran Sam, Valerina hidup bahagia. Ia selalu mengenang nenek yang tak pernah dilihatnya lagi.
*END*

Si pebasket yang jago akting

Tau ngga siapa dia? yaaa betuuuuul. Kak Denny Sumargo. pemain basket berkebangsaan Indonesia berdarah Minangkabau-Tionghoa ini lahir di Banggai, Sulawesi Tengah pada tanggal 11 Oktober 1981. Kak Denny ini bergabung sama tim yang namanya "Garuda Flexi Bandung". Kak Denny ini aslinya Sulawesi. Tapi, lama tinggal di Bandung. Nah, sekitar tahun 2000 kak Denny pindah ke Jakarta dan langsung bergabung dengan klub Aspac. Kak Denny ini penggemarnya Michael Jordan loh. Itu pebasket ternama di dunia. Kak Denny emang bercita-cita menjadi pemain basket profesional dengan bergabung di klub Aspac dan juga Satria muda dan berposisi sebagai Shooting Guard.

Ini dia diantara sekian bayak prestasi Kak Denny dalam dunia basket.
Individual 

  • Rookie Of The Year 2001
  • 1 st place Slam Dunk Contest 2003
  • All Defensive Team 2001-2006
  • MVP Kobatama Regular Season 2002-2003
  • National Basketball Team of Indonesia 2001, 2003, 2007
  • MVP IBL 2008

Bersama Tim 

  • Runner Up IBL 2008 kompetisi musim bersama GARUDA
  • Juara ke 1 di Sister City Jakarta bersama Satria Muda Britama
  • Juara ke 2 pada kejuaraan SEABA 2007 di Jakarta bersama Satria Muda Britama
  • Juara ke 1 pada kejuaraan Liga Basket Indonesia (IBL)
  • Kompetisi musim bersama Satria Muda Britama 2006
  • Juara ke 1 pada kejuaraan IBL di Yogyakarta bersama Satria Muda Britama
  • Runner Up IBL 2004 kompetisi musim bersama ASPAC
  • Juara ke 1 pada kejuaraan musim IBL 2003 bersama HP ASPAC
  • Juara ke 1 pada Kobatama 2000-2002 bersama ASPAC
  • Rangking ke 4 pada SEABA 2001 di Manila
  • Rangking ke 7 pada kejuaraan ABC di Dubai ( UEA )
  • Juara ke 1 pada Turnamen Kobatama 2002 di Surabaya bersama ASPAC
Hebat ngga tuh?Oh ya, selain penggila basket, Kak Denny ini aktor loh! Kak Denny pernah membintangi beberapa film seperti  :
Tau film 5 cm kan? ituloh yang pas kak Denny jadi arial. Ceritanya disitu Kak Denny jadi atlet yang doyan banget sama kecap, sampe kemana-mana bawa kecap dan stiap ketemu cewek groginya ngga ketulungan XD. "Serunya beda banget dibanding jadi atlet. Ibaratnya seperti masuk ke dunia yang baru,"Katanya. Jadi ceritanya selain jago basket, Kak Denny juga ahli dibidang seni peran.
"Banyak yang meragukan akting saya karena mereka berpikir dari profesi atlet ke akting itu kan jauh. Dan banyak orang bilang, ga mungkin saya bisa. Yang pasti, ini bukan aji mumpung," tuturnya. Wah hebat ya pantang menyerah teman-teman!.
Sukses di film sebelumnya, Kak Denny langsung ditawarin main film horor! nih judulnya Samudra Hotel, Kak Denny sampe rela2in nurunin berat badan dan ngubah tampilan demi perannya. Bayangin, Kak Denny juga atlet loh. Tapi, bisa profesional dan hebat mengatur waktunya. Si pebasket sekaligus aktor ini memang sangat tegas dalam mengambil sikap.

Sumber   : Wikipedia

Kamis, 18 April 2013

Apaan sih ASSARA?





AssaraDari judulnya aja gue sendiri ngga ngerti apaan. Yap gue jelasin deh. Gini loh, jadi ASSARA itu singkatan dari Aliansi Osis SLTA Jakarta utara merupakan sebuah perkumpulan anak2 gila berorganisasi, kece dan kreatif. ASSARA itu terbentuk pas acara heart intelegence yang diselenggarakan dinas olahraga pemuda (DISORDA) di PP.PON Cibubur, 15 Oktober 2009. atas pemikiran bersama untuk membangun suatu komunitas remaja yang nantinya berbentuk ORGANISASI. Keren gasih kakak2 yang udah susah payah buat bikin organisasi besar kaya gini. Mereka itu ada Kak Raja(ketua angkatan 1), Kak Toni, Kak Nani, Kak Bayu, Kak Suci, Kak Jayadi dan masih banyak lagi. Terus Kak Azmul(ketua angkatan 2), Kak Ghiffari, Kak Sandi, Kak Syuhada, Kak Nanda, dan kakak2 yang lain juga sanggup melanjutkan ASSARA sampe angkatan 4sekarang. ASSARA emang masih belum terlalu dikenal, tapi suatu saat ASSARA pasti jadi organisasi terkece sedunia *loh?

Disini gue belajar banyak selain berorganisasi. Oh iya, gue ikut organisasi ini sejak kelas 10. Kemaren sih angkatan 3. tapi karena "ketagihan" di angkatan 4 ini gue ikut terjun lagi. Angkatan 3 itu diketuai oleh seorang cewek cantik dari SMK 12 Jakarta bernama ka Nurul Tiara Dini yang akrab disapa "NTD", dan teman-temannya Kak Ramiz, Kak Fajri, Kak Beby, Kak Syafiq dll. Nah kalo di angkatan 4 ini, sang ketua bernama Siti Khumaeroh yang biasa dipanggil "Mumu" *padahal ngga ada hubungannya sama nama asli*. Ada juga alumni angkatan 3 yang ikut kembali kaya gue di angkatan 4 ini ada Fanzi, Bayu, Ridho, Bella dll. dan banyakjuga anak barunya yang kalo gue ketik tangan gue bisa keriting karena saking banyaknya. Yang pasti mereka adalah orang2 hebat dan luar biasa. Ngga cuma rapat dan rapat tapi disini kita bisa berbagi dan bersenang-senang tentunya.

29 maret kemarin kita baru aja ngerayain ulangtahun ASSARA yang ke 3 loh! Tapi, sebenernya ASSARA itu diresmikan pada tanggal 25 maret 2010. Kita konvoi bareng2 mulai dari angkatan 1 sampe 4 dan akhirnya sampai disebuah tempat bernama 'Taman Situlembang' disana kita bersenang-senang sekaligus membicarakan legalisasi angkatan 4. Seru banget dan ngga akan pernah bisa dilupakan. Nah, selain seneng2 ngga lupa nih, kita juga punya banyak proker dan tenunya bakal kita laksanakan karena kita bukan sekedar perkumpulan biasa, melainkan sebuah organisasi.

Nih ada official twitter ASSARA https://twitter.com/assara_jakut . bisa di follow :) kalo kamu SLTA/ sederajat cewek ataupun cowok dan seneng sama yang namanya berorganisasi, langsung aja join!

Ternyata Kakakku Baik

Lagi-lagi mama membela kak Rico. Aku memang selalu salah di mata mama. Hari ini,mama mengajakku dan Kak Rico berbelanja kebutuhan bulanan. Tapi, sebelum pulang kami mampir ke toko handphone untuk membeli charger handphone mama. Aku menunjuk sebuah handphone yag sederhana dan merayu mama untuk membelikanku handphone tersebut. "Cha,kamu tuh masih kecil, belum boleh megang hp" Kata kak Rico yang sok bijak. "Kakakmu benar Ca" Sambung mama yang seolah membela Kak Rico. Aku hanya bisa terdiam. Padahal usiaku sudah mencapai 13 tahun. Teman-temanku juga sudah diperbolehkan memegang handphone. Kakakku memang selalu selalu merebut perhatian mama. Kamipun langsung bergegas pulang setelah mama selesai membeli charger handphone. Aku dan mama tertarik masuk ke sebuah toko saat berjalan menuju parkiran. "Ma,jaket ini bagus" Kata Kak Rico mengalihkan perhatian mama yang sedang memilih baju utukku. Tanpa berfikir panjang, mama langsung membelikannya Tentunya aku sangat kesal. Aku jarang meminta dibelikan apapun, yaaa...kecuali handphone!.

Keesokan harinya,seperti biasa aku diatar sekolah oleh Kak Rico. Biasanya aku di antar sekolah oleh ayah. Tapi, semenjak ayah meninggal sebulan yang lalu, aku selalu diantar jemput oleh Kak Rico. Dan semenjak itulah Kak Rico jadi anak kesayangan mama."Cacaaa cepet dong,kakak ada kuliah pagi!kalo 5 menit lagi kamu ngga turun,kakak berangkat duluan" Teriak Kak Rico. Aku langsung menuruni tangga dengan terburu-buru. Tanpa sadar, tali sepatuku terlepas dan akupun terjatuh dari anak tangga. Kepalaku berdarah terbentur ujung tangga. Untungnya hanya luka kecil. Aku langsung menghampiri Kak Rici yangsudah menungguku sejak tadi.
"Kamu kenapa ca?kepalanya berdarah?" Tanya Kak Rici cemas.
"Aku gapapa, gausah sok baik" Jawabku ketus.
Kak Rico tersenyum dan langsung masuk kedalam mengambil obat luka untukku.
"Mau cari perhatian mama lagi Kak?" Sindirku. Kak Rico terdiam dengan tampang yang sok serius mengobatiku.
"Udah nih, yuk berangkat" Katanya saat selesai mengobati lukaku.

Sepulang sekolah, aku bertemu dengan seorang penjual kripik singkong. Seorang gadis kecil yang mungkin seumuran denganku Aku membeli barang dagangannya dan mengobrol cukup lama dengannya. Tiba-tiba, obrolan kami menjurus kepada kakak laki-lakinya yang meninggal akibat tertabrak sebuah truk saat mengendarai sepeda motor. Aku jadi teringat peristiwa tadi pagi. "Kalo ngga ada Kak Rico mungkin sepi, Kak Rico itu baik lagi" batinku. Dari situ aku sadar, aku punya seorang kakak yang sangat peduli denganku.
*END*


Senin, 15 April 2013

Menunggu sebuah pesan

Rasanya aku tak ingin berhenti menunggu walaupun mungkin itu hanya balasan singkat atau sekedar sebuah emote. Sesekali LED sinyalnya berkedip, pertandaada sms masuk. Ah.. bukan dia. Hanya operator, jarkom rapat dan sms yang kuanggap tak penting lainnya. Kapan lampu hjau ini berkedip lagi? ada sebuah pesan singkat yang menggangguku setiap aku butuh menghibur diri. Aku yakin, kau tak mungkin setega itu. Apa aku harus menerima kenyataan bahwa kau akan pergi? rasanya tidak. Aku tau, kau sangat menyayangiku. Begitu sering aku menulis namamu di lembar dyariku. Bahkan saat inipun aku sedang menulis tentang perasaanku padamu.

Terkadang, aku tak kuasa menahan air mata yang sesekali berontak ingin mengalir membasahi wajahku kemudian jatuh menembus kertas putih ini. Aku tak mengerti, sedalam apa perasaanku ini. Aku sangat takut kehilangannmu. Tak peduli akan air mata yang seringkali jatuh karenamu. Aku bahagia, karena bersamamu aku bisa merasakan tawa. Bersamamu juga aku mampu melepaskan isakku. Kau mengajariku banyak hal tentang ketulusan. Kau juga mengajariku bayak arti sebuah pengorbanan, mengajariku bagaimana cara tersenyum dengan penuh keindahan.

Harusnya aku tau, ada seseorang yang sangat peduli denganku. Aku juga sama, aku juga peduli denganmu bahkan lebih peduli dibanding terhadap diriku sendiri. Aku hanya ingin kau tau, aku tak suka diperlakukan seperti itu, tapi ini juga memang salahku yang terlalu negatif menyikapi sikapmu itu. Tapi percayalah, aku sayang kamu. Aku sangat ingin mengenalmu lebih, dibanding aku mengenal diriku sendiri. Bahkan aku yakin, aku bisa menatap masa depan bersamamu. Aku masih menunggu balasan pesan singkat yang kukirimkan tengah malam kemarin. Aku tau, kau pasti membalasnya. Aku akan terus menunggu si lampu hijau itu berkedip, dan ada seuntai kata yang akan membuatku tersenyum.

Minggu, 14 April 2013

Siapa dia? (end)

Sore ini, seperti biasanya Hana mengajakku untuk bermain basket. Tapi kali ini, aku tak menggunakan kostum basket. Aku mengajak Hana berangkat bersama karena hari ini aku sedang malas mengendarai motor. Untungnya, Hana mau menjemputku  Hana memang temanku yang paling baik. Akupun menunggu Hana dengan sangat sabar, karena aku tau pasti Hana lama sekali datangnya.

Setengah jam kemudian, terdengar suara klakson motor dari depan rumahku. Aku segera menghampirinya. "Akhirnya dateng juga lo!" kataku. Hana hanya cengengesan dan lagsung menarik gas motornya menuju ke lapangan. "Lo kenapa ngga make sepatu ra?" tanya Hana. "Males, hari ini kita refreshing aja ya, gue lagi males main" jawabku. Hana tak menanggapi jawabanku, mungkin ia tau aku sedang unmood.
"Raa itu Farid kan?"kata Hana setiba dilapangan.
"Mana Han?" Tanyaku penasaran.
"Itu yang pake jaket abu-abu,maen gitar. Tapi, ngapain dia main gitar dilapangan basket?kenapa ngga diatas genteng rumahnya aja?" celetuk Hana dengan gaya sok jenius.
Aku terdiam dan langsung merebut bola dari tangan Hana. "Maen Han!" kataku sambil mendribble bola. Hana langsung menghampiriku dan berusaha merebut bola. Pasti Hana merasa aneh karena sikapmu yng aneh akhir0akhir ini. "Lo kenapa ngga nyamperin dia?"Tanya Hana yang berusaha mengalihkan perhatianku. Aku terdiam dan langsung mengambil gerakan memutar dan lay up. Tapi sayang, tembakanku meleset. Hingga Hana sudah mencapai skor 32, aku baru bisa mencetak skor 15 dengan tembakan 6 bola dan 1 kali three point. "Payah lo!" kata Hana meremehkanku. Aku langsung mengajak Hana pulang karena terlalu lelah.

Aku lebih terkejut saat aku melihat Farid yang sedang duduk di sofa sambil berbincanh-bincang dengan kak Rico. Sebenarnya aku penasaran. Tapi  yasudahlah, aku terlalu lelah. Aku langsung menaiki tangga menuju kamar. Mama menyuruhku turun dan makan malam bersama. Tentunya bersama lelaki sok misterius yang tadi mengobrol dengan ka Rico. Aku langsung menuju kebawah tanpa menjawab suruhan mama.
"Ra, kamu ngga inget sama Farid? dulu kamu kan sering main sama dia" kata mama. Aku menggeleng. Lelaki itupun tertawa kecil melihatku yang sok polos. "Gue Farid ya! yang suka lo cubitin kalo gue ngambil bola basket lo!" Aku terdiam. Ya, aku baru ingat. Ya, Farid itu sepupuku dan ia pindah ke Bandung saat usa kami 7 tahun. "Lo beda banget sumpah" kataku. Tawa pun menghiasi makan malam yang indah ini.
*END*

Rabu, 03 April 2013

Siapa dia? (2)

Hari ini adalah hari yang mungkin akan menyebalkan. Ada pelajaran matematika didalamnya. Pelajaran yang paling tidak kusuka sejak pertama kali aku mengenalnya. "Ra,gue pnjem motor lo ya!motor gue bannya bocor nih", kata kak Rico kakaku yang langsung mengambil kunci motor yang tergeletak diatas meja belajarku. Padahal hari masih pagi, tapi sudah ada yang mebuatku kesal, apalagi nanti? rasanya aku sangat malas melewati hari ini. "Terus gue naek apa kesekolah?gerutuku. "Gue anter lo, tapi nanti motor lo gue bawa. Ah kesal sekali rasanya. Pasti kak Rico nantinya akan lupa menjemputku. Tapi apa daya, mama pasti selalu membenarkan ucapan kak Rico. Saat aku ingin menaiki motor, aku tak sengaja melihat seorang lelaki yang ku jumpai saat aku bermain basket bersama Hana kemarin. kok dia ada disini sih? ah sudahlah  mungkin ia tak sengaja lewat sini, batinku.

Sesampainya disekolah, aku langsung menceritakan apa yang barusan ku alami pada Hana. "Jangan-jangan lo jodoh ra sama dia"kata Hana sambil tertawa. Rasanya semakin kesal. Entah mengapa hari ini semangat belajarku tak ada sama sekali. Apalagi saat jam pelajaran matematika. Rasanya aku ingi terbang ke jupiter saat pelajaran ini berlangsung. Aku termenung, tak ada satupun pelajaran yang masuk ke otakku hari ini.

Seperti yang kuduga, waktu pulang sekolah sudah sekitar satu jam yang lalu, namun kak Rico masih belum menjemputku. "Dia memang pelupa atau sok amnesia sih?" gerutuku. Terpaksa aku pulang dengan angkutan umum. "Pulang bareng yuk". tiba-tiba ada seorang lelaki dengan seragam yang sepertinya kukenal. Aku menoleh, ia segera membuka helmnya. Aku sangat terkejut begitu lelaki itu mebuka helm. "Farid!lo ko...". "udah naik!gue anter lo pulang"katanya. Aku tak banyak berkata dan langsung menaiki motornya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Pdahal aku baru mengenal Farid seminggu yang lalu. Aku terdiam saat diperjalanan.Seperti tak ada satupun kata yang muncul dibenakku. Orang ini aneh, selau muncul disaat yang tak terduga. Sebenarnya siapa dia?.

Sesampainya dirumah, aku langsung meletakkan semua perabotan sekolahku. Biasanya pulang sekolah aku mampir dulu ke lapangan basket bersama Hana. Tapi, hari ini rasanya aku lelah sekali dan memutuskan untuk langsung pulang. "Tumben lo balik cepet" kata kak Rico sambil mengambil segelas air jeruk dari kulkas. "Gue cape" jawabku singkat. Aku langsung menuju kamar dan menuju kasurku yag sejak tadi menungguku. Entah mengapa saat aku terdiam, aku selalu ingat dengan lelaki itu. "Ra makan dulu nih, udah gue bawain" teriak ka Rico. Kak Rico langsung membuka pintu kamarku karena kebetulan tidak terkunci. Aku diam saja dan pura-pura tertidur. "Makan nih, gue tau lo pura-pura tidur.Ini dari tetangga baru. Ya,daripada lo ngga makan nanti sakit" kata Kak Rico yang tiba-tiba sok perhatian. Aku mendengarnya,namun aku tetap pura-pura tidur. Saat kak Rico meninggalkan kamarku, aku langsung membuka makanan itu karena perutku sangat lapar. "Enak juga" batinku saat mencicipi spageti bumbu pedas manis itu,