Kamis, 18 April 2013

Ternyata Kakakku Baik

Lagi-lagi mama membela kak Rico. Aku memang selalu salah di mata mama. Hari ini,mama mengajakku dan Kak Rico berbelanja kebutuhan bulanan. Tapi, sebelum pulang kami mampir ke toko handphone untuk membeli charger handphone mama. Aku menunjuk sebuah handphone yag sederhana dan merayu mama untuk membelikanku handphone tersebut. "Cha,kamu tuh masih kecil, belum boleh megang hp" Kata kak Rico yang sok bijak. "Kakakmu benar Ca" Sambung mama yang seolah membela Kak Rico. Aku hanya bisa terdiam. Padahal usiaku sudah mencapai 13 tahun. Teman-temanku juga sudah diperbolehkan memegang handphone. Kakakku memang selalu selalu merebut perhatian mama. Kamipun langsung bergegas pulang setelah mama selesai membeli charger handphone. Aku dan mama tertarik masuk ke sebuah toko saat berjalan menuju parkiran. "Ma,jaket ini bagus" Kata Kak Rico mengalihkan perhatian mama yang sedang memilih baju utukku. Tanpa berfikir panjang, mama langsung membelikannya Tentunya aku sangat kesal. Aku jarang meminta dibelikan apapun, yaaa...kecuali handphone!.

Keesokan harinya,seperti biasa aku diatar sekolah oleh Kak Rico. Biasanya aku di antar sekolah oleh ayah. Tapi, semenjak ayah meninggal sebulan yang lalu, aku selalu diantar jemput oleh Kak Rico. Dan semenjak itulah Kak Rico jadi anak kesayangan mama."Cacaaa cepet dong,kakak ada kuliah pagi!kalo 5 menit lagi kamu ngga turun,kakak berangkat duluan" Teriak Kak Rico. Aku langsung menuruni tangga dengan terburu-buru. Tanpa sadar, tali sepatuku terlepas dan akupun terjatuh dari anak tangga. Kepalaku berdarah terbentur ujung tangga. Untungnya hanya luka kecil. Aku langsung menghampiri Kak Rici yangsudah menungguku sejak tadi.
"Kamu kenapa ca?kepalanya berdarah?" Tanya Kak Rici cemas.
"Aku gapapa, gausah sok baik" Jawabku ketus.
Kak Rico tersenyum dan langsung masuk kedalam mengambil obat luka untukku.
"Mau cari perhatian mama lagi Kak?" Sindirku. Kak Rico terdiam dengan tampang yang sok serius mengobatiku.
"Udah nih, yuk berangkat" Katanya saat selesai mengobati lukaku.

Sepulang sekolah, aku bertemu dengan seorang penjual kripik singkong. Seorang gadis kecil yang mungkin seumuran denganku Aku membeli barang dagangannya dan mengobrol cukup lama dengannya. Tiba-tiba, obrolan kami menjurus kepada kakak laki-lakinya yang meninggal akibat tertabrak sebuah truk saat mengendarai sepeda motor. Aku jadi teringat peristiwa tadi pagi. "Kalo ngga ada Kak Rico mungkin sepi, Kak Rico itu baik lagi" batinku. Dari situ aku sadar, aku punya seorang kakak yang sangat peduli denganku.
*END*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

kritik dan saran boleh ko ..