Rabu, 19 Desember 2012

Aku seperti mengenalnya (end)

Aku belum sanggup untuk jatuh cinta yang kedua kalinya. Aku juga belum siap untuk merasakan luka lagi. Tapi, hati ini rasanya tak mau menahan. Ya, ia mampu membuatku jatuh hati padanya. Kalau aku bisa memilih, lebih baik aku tak merasakan jatuh cinta daripada harus terluka.Biarlah, hanya waktu yang bisa menjawab semuanya. Mungkin saat ini, aku akan mengikuti arus. Mencari radar yang tepat yang bisa mengisi hari-hariku dengan senyumannya dan entah siapapun itu, aku berharap dia seperti lelaki itu.

"lagi apa ken?"katanya dalam pesan singkat yang dikirimkan 1 menit yang lalu.
"lagi denger radio" jawabku.
Aku dan dia terus bertukar pesan hingga larut malam. Perasaanku semakin aneh. Banyak sms yang masuk, tapi rasanya aku malas sekali membalasnya. Padahal saat itu aku sedang smsan dengan lelaki sok manis itu.
Entahlah, mungkin ini yang dialami oleh semua wanita yang sedang merasakan perasaan yang sama denganku saat ini. Akupun terlelap karena tengah malam sudah menghiasi waktu. Ku biarkan handphone yang bergetar karena ada sms masuk. Aku lelah..

Pagi harinya, aku langsung mengirimi lelaki itu pesan singkat dan meminta maaf karena semalam aku tidur duluan. Ia tak marah, bahkan ia sangat gombal. Aku terus bertukar pesan seperti tadi malam, hingga ia mengirimiku pesan yang membuat jantungku serasa ingin lepas. Padahal hanya kata-kata sepele yang mungkin hanya candaan. "Niken, jadian yuk" katanya. Rasanya aku seperti diterpa angin puting beliung yang mampu menerjang rumah warga dan menelan korban jiwa. "jangan bercanda man, ngga lucu tau"balasku. Namun, sepertinya ia serius. Ada 3 kata dan itu bersatu menjadi sebuah pertanyaan yang rasanya seperti...ahh sulit diungkapkan. "yuuk"kataku sambil menahan air mata.
Mungkin ini rencana Tuhan, aku seperti sangat mengenalmu saat aku melihatmu di tempat joging tempo hari. :)
*END*

Aku seperti Mengenalnya (2)

Hari ini aku dan teman teman SDku akan berlibur ke salah satu tempat rekreasi di Jakarta. Sekedar mengobrol dan mengingat masa-masa SD dulu. Memang tak banyak yang ikut. Tapi jumlah yang sedikit ini cukup meramaikan suasana.
Lagi-lagi aku tercengang melihat lelaki itu. Ia tampak lebih keren dari kemarin. T-Shirt putih yang dilapisi kemeja biru dengan jeans biru dan sepatu putihnya.  Ah apa ini... aneh sekali perasaanku apalagi saat ia mengajakku berbicara. Rasanya jantung ini terus berdegup semakin cepat. Tak tau lah, mungkin waktu yang akan menjawab.
"Cie Aldi.. PDKT nih kayanya"
"Ah apasih kalian, biasa ko"aku langsung menjawab.
Entah mengapa, semenjak teman-teman meledekku dengannya,ia semakin menjauh dariku. Ya mungkin Ia tidak enak denganku. Atau mungkin ia sudah punya seorang kekasih,dan ia takut bermasalah dengan kekasihnya. Rasaaya ada yang aneh juga saat ia sedikit menjauh dariku. Seperti ada sesuatu yang hilang sesaat. Akupun terus menikmati perjalan ini dan berusaha melupakan perasaan anehku ini.

Hari sudah semakin gelap, kamipun bergegas pulang. Rasanya aku tak mau pergi dari tempat ini.
Setibanya dirumah, entah mengapa aku kembali teringat perasaan aneh itu lagi. Aku mengambil handphone untuk mendengarkan radio. Saat yang bersamaan,handphoneku berdering karena ada sms masuk. Ternyata dari lelaki yag membuat perasaan aneh ini.