Setibanya dikampus, aku langsung memarkirkan motorku dan langsung menuju kelas. "Pagi cantik" sapa seorang lelaki bertbuh tinggi tegap dengan T-shirt dan kemeja kotak-kotaknya. "Pagi juga" sahutku sambil tersenyum. Andre langsung mengikutiku menuju kelas. Kami mengobrol asik sekali sampai dosen datang. "Aku keluar dulua ya, kamu udah masuk tuh" kata Andre lalu bergegas meninggalkan kelasku. Hari ini ada yang aneh dari Andre mulai dari gayanya berbicara sampai cara ia menatapku. Aku merasa aneh atau mungkin ini hanya perasaanku saja.
Hari ini aku sedikit pusing, munngkin karena aku terlalu lelah. Materi kuliah hari ini sangat rumit ditambah moodku yang sedang tidak enak. Aku juga lebih banyak memutarkan lagu dibading berbicara saat siaran tadi. Tadinya aku mau mampir dulu ke rumah temanku Egi untuk mengambil materi kuliah besok. Tapi kupikir, besok pagi bisa. Aku langsung pulang ke kosanku. Saat sampai di kosan, ternyata Andre sedang berada di kosanku bersama Ayu. Ia sedang mengobrol sambil bersenda gurau. Tapi, aku merasa ada yang berbeda saat Andre mengobrol dengan Ayu. Ia tampak lebih keliatan bahagia. Memang sudah seminggu ini Andre selalu mengunjungi kosan ku sebelum aku sampai. Tak tahu untuk apa.
"Assalamu'alaikum" kataku saat memasuki kos.
"Wa'alaikumsalam, lo udah balik Ren" sahut Ayu.
"Aku nunggu kamu dari tadi Ren" tambah Andre.
Aku memaksa untuk tersenyum dan bergabung mengobrol dengan mereka sambil bernostalgia masa SMA.
Besok adalah hari ulang tahun Ayu, aku meminta Andre menemaniku membelikan kado untuk Ayu. Andre juga membelikannya. Sebuah boneka mungil yang memegang bunga. Bunga itu bertuliskan "Loveyou". Aku hanya terdiam dan berusaha tak memikirkan hal yang negatif.Aku mebelikan sebuah kotak musik Hello Kitty kesukaannya. Aku dan Andre juga membelikan kue tart untuk Ayu. Sepulang dari sana, aku langsung menuju tempatku siaran. Kali ini banyak listeneners yang curhat seputar kekasih yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Ini membuatku jadi tambah unmood hingga keesokan harinya saat ulang tahun Ayu.
2 hari berlalu, aku dan Andre jarang bertemu. Hingga saat aku pulang kuliah, aku tak sengaja bertemu dengan Andre saat mengambil motorku diparkiran. "Ren, hari ini jalan yuk. Ada yang mau aku omongin"katanya. Aku mengangguk. Aku langsung menaiki mobilnya dan meinitipkan motorku pada Egi. Kami langsung memesan minuman saat kami tiba di food court sebuah mall. Aku memesan milkshake vanila kesukaanku dan Andre hanya memesan sebotol air mineral. "Jadi, apa yang mau kamu omongin?". tanyaku penasaran. "Ren, aku sayang banget sama kamu, tapi sebenernya aku sayang sama kamu ngga lebih dari sekedar teman". Hatiku seperti jatuh kejurang yang sangat dalam saat mendengar ucapannya. "Sebenernya, dari dulu aku sayang sama sahabat kamu, Ayu. Tapi dia keras kepala mau nyomblangin aku sama kamu" Jelasnya lagi. Air mataku pun menetes. "Ren" kata Andre sambil mengharpus air mataku. Andre lalu menuangkan air mineral itu ke gelas. Aku tak mengerti apa yang ingin ia lakukan. "Air di gelas ini jadi saksi, maaf aku membongimu dan perasaanku selama ini. Aku janji akan meninggalkanmu dan Ayu. Aku tak akan pernah muncul di kehidupan kalian" Andre ikut menangis. Aku tak menyesali ini. Mungkin ini kehendak Tuhan. Ini adalah jalan kisah cintaku saat ini. Kami harus berpisah, walaupun aku sudah terlanjur mencintainya.Tuhan itu adil. Tuhan sudah menunjukkan jalan kalau Andre memanglah bukan untukku tapi untuk dia yang disana. Aku juga akan pergi bersama segelas air pengakuan ini, melangkah tanpa Andre, bersama dia yang menanti.
*END*