Rabu, 03 April 2013

Siapa dia? (2)

Hari ini adalah hari yang mungkin akan menyebalkan. Ada pelajaran matematika didalamnya. Pelajaran yang paling tidak kusuka sejak pertama kali aku mengenalnya. "Ra,gue pnjem motor lo ya!motor gue bannya bocor nih", kata kak Rico kakaku yang langsung mengambil kunci motor yang tergeletak diatas meja belajarku. Padahal hari masih pagi, tapi sudah ada yang mebuatku kesal, apalagi nanti? rasanya aku sangat malas melewati hari ini. "Terus gue naek apa kesekolah?gerutuku. "Gue anter lo, tapi nanti motor lo gue bawa. Ah kesal sekali rasanya. Pasti kak Rico nantinya akan lupa menjemputku. Tapi apa daya, mama pasti selalu membenarkan ucapan kak Rico. Saat aku ingin menaiki motor, aku tak sengaja melihat seorang lelaki yang ku jumpai saat aku bermain basket bersama Hana kemarin. kok dia ada disini sih? ah sudahlah  mungkin ia tak sengaja lewat sini, batinku.

Sesampainya disekolah, aku langsung menceritakan apa yang barusan ku alami pada Hana. "Jangan-jangan lo jodoh ra sama dia"kata Hana sambil tertawa. Rasanya semakin kesal. Entah mengapa hari ini semangat belajarku tak ada sama sekali. Apalagi saat jam pelajaran matematika. Rasanya aku ingi terbang ke jupiter saat pelajaran ini berlangsung. Aku termenung, tak ada satupun pelajaran yang masuk ke otakku hari ini.

Seperti yang kuduga, waktu pulang sekolah sudah sekitar satu jam yang lalu, namun kak Rico masih belum menjemputku. "Dia memang pelupa atau sok amnesia sih?" gerutuku. Terpaksa aku pulang dengan angkutan umum. "Pulang bareng yuk". tiba-tiba ada seorang lelaki dengan seragam yang sepertinya kukenal. Aku menoleh, ia segera membuka helmnya. Aku sangat terkejut begitu lelaki itu mebuka helm. "Farid!lo ko...". "udah naik!gue anter lo pulang"katanya. Aku tak banyak berkata dan langsung menaiki motornya tanpa ada rasa takut sedikitpun. Pdahal aku baru mengenal Farid seminggu yang lalu. Aku terdiam saat diperjalanan.Seperti tak ada satupun kata yang muncul dibenakku. Orang ini aneh, selau muncul disaat yang tak terduga. Sebenarnya siapa dia?.

Sesampainya dirumah, aku langsung meletakkan semua perabotan sekolahku. Biasanya pulang sekolah aku mampir dulu ke lapangan basket bersama Hana. Tapi, hari ini rasanya aku lelah sekali dan memutuskan untuk langsung pulang. "Tumben lo balik cepet" kata kak Rico sambil mengambil segelas air jeruk dari kulkas. "Gue cape" jawabku singkat. Aku langsung menuju kamar dan menuju kasurku yag sejak tadi menungguku. Entah mengapa saat aku terdiam, aku selalu ingat dengan lelaki itu. "Ra makan dulu nih, udah gue bawain" teriak ka Rico. Kak Rico langsung membuka pintu kamarku karena kebetulan tidak terkunci. Aku diam saja dan pura-pura tertidur. "Makan nih, gue tau lo pura-pura tidur.Ini dari tetangga baru. Ya,daripada lo ngga makan nanti sakit" kata Kak Rico yang tiba-tiba sok perhatian. Aku mendengarnya,namun aku tetap pura-pura tidur. Saat kak Rico meninggalkan kamarku, aku langsung membuka makanan itu karena perutku sangat lapar. "Enak juga" batinku saat mencicipi spageti bumbu pedas manis itu,