Namanya Farid. Awalnya aku bertemu saat ada undangan seminar di sekolahnya. Dia anak SMK jurusan komputer jaringan. Waktu itu, ia mengisi acara hiburan di seminar tersebut. Suaranya bagus, apalagi saat ia membawakan lagu sambil bermain gitar. Aku masih menyimpan videonya. Tapi aku berharap aku bisa mengenalnya. Mungkin bertemunya sekali lagi sudah membuat hati ini senang. Aku mencari tahu siapa dia di dunia maya. Namun, aku tak menemukannya. Entahlah, rasanya aku ingin sekali mengetahuinya.
Sore itu, aku dan temanku Hana bermain basket dilapangan yang biasa aku tempati. Namun, sialnya aku. Ban motorku bocor saat aku menuju lapangan basket. Aku langsung menghubungi Hana dan memintanya untuk menjemputku. Tak lama kemudian, Hana pun datang.
"Lagian lo ada2 aja sih ra!" katanya begitu sampai ke tempat tambal ban.
"Mana gue tau han" kataku lemas.
Aku dan Hana pun segera menuju lapangan basket.
Sesampainya dilapangan, aku terkejut karena lapangan yag biasa kami tempati untuk bermain dipakai oleh seorang lelaki tinggi,hitam manis,dan sok cool yang sedang men-dribble bola sendirian.
"Han, itu siapa sih?"kataku.
"Gue juga gatau ra. wah dia gatau kalo lapangan basket ini punya kakek moyang gue"kata Hana
"Eh..tunggu Han gue kaya pernah liat dia, gatau dimana"sahutku sambil berfikir keras siapa dia.
"Farid!!"Kataku spontan. Lelaki itu langsung menoleh ke arahku dan langsung menghampiriku.
"Lo tau nama gue?"katanya.
"Lo yang waktu itu nyanyi pas seminar di SMA Nusantara kan?"tanyaku heran."Gue tau lo kan waktu lo ngenalin diri. Nama gue Rara".kataku sambil mengulurkan tangan.
Ia tersenyum.Lalu kami mengobrol hampir 1 jam tanpa memikirkan Hana yang sejak tadi bermain basket sendirian. "Three Point!!!!!" Katanya sambil teriak. Aku dan Farid langsung menoleh ke arah Hana.
"Baru bisa Three Point sekali aja heboh banget"cetusku.
"Daripada lo,katanya mau on one sama gue,eh malah pacaran"sahut Hana.
Aku langsung menghampiri Hana dan mulai bermain. Farid duduk dan menontonku bertanding.
"Lo boleh menang, tapi liat nanti"kata Hana. Aku tersenyum.dan melihat ke tempat dimana Farid duduk barusan. Dia tak terlihat. Kemana dia?. Padahal aku masih ingin mengobrol banyak. Ah sayang,aku lupa meminta nomor handphonenya. Padahal tadi.. ah lupakan.
Ini ceritanya siapa si?
BalasHapus