Kamu mengenalkan namamu begitu saja, uluran tanganmu dan
suara lembutmu berlalu tanpa pernah kuingat-ingat. Satu minggu ditambah satu
hari. Begitu singkat perkenalan kita, tapi ternyata semua telah melekat,
termasuk cinta? Kamu tak percaya?. Perhatian yang mengalir darimu dan pembicara
manis kala itu hanya kuanggap sebagai hal yang tak perlu dimaknai dengan luar
biasa. Kehadiranmu membawa perasaan lain. Hal berbeda yang kamu tawarkan padaku
turut membuka mata dan hatiku dengan lebar. Aku tak sadar, bahwa kamu datang
memberi perasaan aneh. Mendengar suara dan saling tertawa; itulah yang biasa
kita lakukan, di samping membaca pesan singkat yang kautuliskan dengan rapi.
Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang, berdiam atau menunggu sekalipun. Kini,
aku telah sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku
terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Kukira langkahku sudah benar.
Kupikir anggapanku adalah segalanya. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang
kupilih meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu. Aku kira, aku
sudah berhasil melupakan segala macam tentangmu. Kupikir aku siap membuka
hatiku untuk seseorang yang baru. Aku yakin bahwa aku siap membuka mata dan
hatiku pada orang baru yang akan membahagiakanku. Usahaku begitu keras untuk
mematikan perasaan ini. Kamu pernah menjadi bagian hari-hariku. Setiap malam,
sebelum tidur, kuhabiskan beberapa menit untuk membaca pesan singkatmu. Tawa
kecilmu, kecupan berbentuk tulisan, dan canda kita selalu membuatku tersenyum
diam-diam. Segalanya memang tak mudah karena perjuangan yang kulakukan terus
berlanjut. Tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang bisa kita temui
setiap hari. Kamu sudah jadi bagian dari hari-hariku, hampir setiap hari aku
melihatmu. Perubahan yang begitu berbeda membuatku sulit menerima bahwa kita
tak lagi sama.
~with love~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kritik dan saran boleh ko ..