"Hai Valerina! Apa kamu sudah mendengar pengumuman dari istana?"sapa Yulia, salah seorang temannya.
"Pangeran Sam mengundang seluruh gadis di negri untuk hadir di pesta ulang tahunnya"Sanbung Ketty.
"Wah aku belum mendengar berita ini" Ucap Valerina sambil melamun.
Ia pernah melihat pengeran sekali. Saat itu, Valerina sedang berjualan jeruk dan anggur dikiosnya. Pangeran Sam lewat depan kiosnya bersama pengawal-pengawalnya. Wajah pangeran Sam sangat tampan.
Setiba dirumah, Valerina melamun sedih di depan lemari pakaiannya. Ia ingin sekali pergi ke pesta seperti teman-temannya. Tapi, ia tak punya gaun yang indah. Uangnya juga tidak cukup untuk membeli gaun.
Esok harinya, Valerina berjualan jeruk dan anggur seperti biasanya. Hari sudah siang, namun belum ada satupun yang singgah di kiosnya. Tiba-tiba, datang seorang nenek yang berjalan terbungkuk-bungkuk mendekati kiosnya. Valerina iba melihat nenek itu. Segera Valerina memasukkan beberapa buah jeruk ke dalam kantong plastik, lalu diberikannya kepada nenek tersebut. "Nek, makanlah jeruk ini supaya nenek segar kembali" Ucap Valerina. Nenek itu melihat Valerina dengan sangat terharu.
"Ah jeruk ini segar sekali, terima kasih nak, terima kasih atas kebaikanmu." Kata Nenek sambil melihat toko pakaian yang ada di sebrang jalan.
"Ramai sekali toko pakaian itu" gumam si nenek.
"Ya nek, gadis-gadis itu sedang memilih gaun indah untuk dipakai ke pesta pangeran Sam" sahut Valerina.
"Apa kau juga pergi kesana?" Tanya si nenek.
:Rasanya tidak, aku tidak punya gaun yang indah" Ucap Valerina malu.
"Bawalah kantong ini pulang nak, jangan kau buang isinya" Jelas nenek.
Tanpa bicara lagi, si nenek pun pergi meninggalkan Valerina.
Tanpa terasa, sore haripun tiba, Valerina segera menutup kiosnya. Ketika pulang, barulah ia teringat pada kantong platik yang diberikan nenek tua itu. Valerina langsung mengambilnya dan bergegas pulang. Saat tiba dirumah, Ia membukanya. Seketika ia tertegun, sebuah gaun indah sangat halus terbuat dari sutra. Coraknya seperti kulit jeruk. "Akhirnya aku punya gaun indah untuk ke pesta!"serunya girang.
Esok malamnya, Valerina menganakan gaun oranye itu ke pesta pangeran Sam. Pesta sudah dimulai, Valerina masuk ke ruangan dengan ragu-ragu. Tiba-tiba seorang pemuda tampan menghampirinya. Dia adalah pangeran Sam. "Selamat datang di pestaku ini, tuan putri. Maukah engkau berdansa denganku?" sapa pangeran Sam ramah. Valerina merasa gugup. "Aku bukan seorang putri, aku hanya gadis biasa". Malam inipun adalah malam yang sangat indah bagi Valerina dan juga pangeran Sam.
Esok harinya, seperti biasanya. Valerina berdangang di kiosnya. Nenek itu datang lagi. Valerina langsung menghampiri dan mendekap nenek itu serta mengucapkan terima kasih. Nenek itu hanya tersenyum, pada saat itu juga datanglah dua orang berkuda. Ternya pangeran Sam dan pengawalnya.
"Aku datang menjemputmu Valerina, aku ingin melamarmu. Maukah engkau menikah denganku?"tanya pangeran Sam. Valerina mengangguk sambil tersenyum bahagia. Pada saat itu, si nenek menghilang entah kemana. Setelah menikah dengan pangeran Sam, Valerina hidup bahagia. Ia selalu mengenang nenek yang tak pernah dilihatnya lagi.
*END*
Bagus, Nan. :) keren bisa buat cerita kayak gini.
BalasHapus