Minggu, 05 Mei 2013

Surat untukmu

Hey.

Apa kabar?mungkin kau takkan mau membaca surat ini. Ini memang untukmu. Aku tak mampu berbicara didepanmu Aku terlalu takut kau akan terang-terangan meninggalkanku saat kau tau aku masih punya perasaan yang sama seperti saat pertama kali kau menyatakan cinta padaku. Aku tak tau kapan perasaan ini akan lenyap. Perasaan ini memang menyiksaku. Aku mengerti. Aku paham, bahwa cinta itu bukan sekedar ungkapan. Tapi, ketulusan. Aku memang belum. Tapi, disaat aku mencoba menaruh rasa ini hanya kepadamu, mengapa kau membuatku kecewa?. Entah mengapa kata-kata itu sangat menyayat hatiku. Dalam, bahkan paling dalam dari kata-kata menyakitkan yang pernah kudengar. Aku memang hanya manusia biasa yang beruntung dipilih Tuhan untuk bersamamu. Aku memang sangat menyayangimu. Bahkan saat ucapan itu terlontar tak sengaja dari mulutmu, aku  masih tak sanggup melepasmu. Ini kesalahanku, yang terus memaksa dirimu untuk membalas perasaanku. Mungkin ini yang terbaik.  Jika akulah sebab kekakacauan hidupmu, aku akan pergi... hilang..berhembus bersama angin, terbawa arus bersama ombak, tanpa bekas. Inilah cinta. Dan dalam kisahku ini, aku harus berkorban lebih dalam lagi. Menghancurkan hati menjadi banyak kepingan.  Maafkan aku Tuhan, karena aku tak bisa menjaga titipan kebahagiaan ini. Aku tak mampu mempertahankan pengorbananku selama ini. Tapi aku yakin, mungkin suatu saat kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dariku. Yang bisa menyangimu lebih dalam lagi, tanpa harus merusak hidupmu, sepertiku.


~with love~

1 komentar:

kritik dan saran boleh ko ..