Pada suatu hari, pak Harus sakit keras. Tubuhnya sangat lemas. Ia memanggil ketiga anaknya."Sebelum ayah meninggalkan kalian, ayah ingin membagikan harta kekayaan ayah" jelasnya. Kucai dan Lintang sangat gembira, sementara Mahar sangat cemas.
"Ayah jangan berkata seperti itu" Ucap Mahar.
"Ayah ingin memberi peternakan kepada Kucai, Perkebunan pada Lintang, dan sawah pada Mahar. Tapi, ingat kalian harus meneruskan usaha ayah" Pesan Pak Harun.
"Ayah tenang saja, kami tidak akan mengecewakan ayah" Kata Kucai dan Lintang bahagia.
"Oh iya, ayah juga memberikan 3 lemari itu" Kata Pak Harun sambil menunjuk ketiga lemari yang ada dikamarnya.
"Tapi lemari itu hanya boleh dibuka setahun setelah kematia ayah. Kuninya ada di kotak hitam itu. Disitu terdapat nama-nama kalian. Kalian harus jujur, jangan membuka lemari yang bukan hak kalian dan bukalah etelah saatnya tiba" Jelas Pak Harun.
Seminggu kemudian, pak Harun meninggal dunia. Namun, pesannya tidak dituruti Kucai dan Lintang. Meraka tetap menghambur-hamburkan hartanya. Hanya Mahar yang bekerja keras mengurusi sawah peninggalan ayahnya.. Peternakan dan perkebunan milik Kucai dan Lintang terbengkalai, bahkan akhirnya dijual karena mereka kalah judi. Niat buruk juga muncul dipikiran Kucai Kemudain Kucai mengambil kotak hitam dan mengambil kuci lemari bertulisakn namanya. Ia langsung menuju kamar Pak Harun dan membuka lemari betuliskan namanya pula. Betapa girangnya Kucai saat mengetahui isi lemarinya adalah emas dan harta berharga lainnya yang jumlahnya sangat banyak. Kucai mempunyai niat buruk lagi. Ia berniat untuk mengambil sedikit harta adik-adiknya sedikit. Lalu ia mengambil kunci kedua adiknya. Aneh, hanya lemari Lintang yang bisa terbuka. Akhirnya Kucai hanya mengambil harta Lintang. Malam kedua, Lintang melakukan hal yang sama. Namun, lemai Mahar juga tak dapat ia buka. Kejadian itu terus berulang-ulang hingga lemari mereka kosong tanpa mereka sadari.
Waktu terus berlalu. Tibalah waktunya untuk membuka lemari masing-masing. Alangkah terkejutnya Kucai dan Lintang ketka melihat lemari merak tak ada isinya. Sementsrs, Mahar tersenyum karena isi lemarinya masih utuh. Akhirnya Kucai dan Lintang mengakui perbuatan mereka masing-masing. Namun, dengan ikhlas Mahar membagikan harta di lemarinya kepada kakak-kakaknya karena ia pikir ia masih mempunyai penghasilan dari sawah, sementara kakak-kakaknya sudah tak mempunyai apapun. Kucai dan Lintang berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Mereka Menggunakan Harta pemberian Mahar untuk usaha. Beberapa tahun kemudian, mereka bertiga menjadi saudagar yang kaya raya.
*END*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
kritik dan saran boleh ko ..